Terinspirasi dari buku “Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dolar”

9 02 2009

booksSabtu, jalan2 ke togamas diponegoro. Sesuatu yang hampir pasti kulakukan klu habis gajian. Jalan2 cari buku baru.  Mengapa sering ke togamas? ya karena Toko buku yang satu ini memang sering ngasih diskon, tempatnya nyaman, dan hampir tiap bulan mesti ada SMS yang masuk ke inboxku, klu2 ada info diskon dsana. 

Cari2 buku, lama puter2, sampai akhirnya ketemu buku “Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dolar”. Buku ini sangat2 menarik. Lama sebelum ktemu buku ini, saya pernah baca artikel di jawapos, yang ternyata memang artikel tersebut membahas kisah/pengalaman penulis buku ini. Saya search di google, akhirnya ketemu artikel tersebut (http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=14141).  Penulisnya adalah Marina Silvia K. lulusan Teknik Industri ITB angkatan 2001.

Jalur Pertemanan Internet 

Bagaimana caranya bisa keliling eropa hanya dengan modal USD 1.000?. Marina menggunakan  Internet. Marina menjalin jejaring pertemanan melalui http://www.hospitalityclub.org dan http://www.couchsurfing.com. Kedua situs tersebut adalah tempat yang menghubungkan sesama pelancong di seluruh dunia. Para anggotanya siap menjadi tamu sekaligus tuan rumah (host) dari rekan sesama pelancong dari mana pun.

Untuk mengetahui sosok sang calon tuan rumah, Marina mengandalkan profil mereka dan testimoni sesama memberyang juga dipajang dalam situs tersebut. “Rely on (bersandar) hanya pada hal itu. Sebelum datang juga tidak pernah menelepon. Hanya kirim email. Tapi, (setelah bertemu darat) semuanya cocok banget. Mungkin namanya juga bule,” kata penyuka Bono (penulis hampir semua lagu U2) hingga sufisme Jalaluddin Rumi itu. 

Meski Eropa bukan benua baru bagi Marina yang pernah ikut program homestay di Inggris saat SMP, modal keberanian juga mutlak dimiliki. Dengan segala persiapan itulah, Marina sukses menapakkan kaki di negara-negara Eropa yang masuk wilayah schengen (beranggota 15 negara) dan non-schengen. “Saya masuk ke Eropa dengan Qantas dari Singapura menuju Frankurt, Jerman,” katanya.

Untuk menghemat biaya fiskal, dia menyeberang ke Singapura lewat laut via Batam. “Jadi, saya terbang dari Jakarta ke Batam.”

Selama enam bulan itu, total 45 kota di 13 negara yang sukses dilintasinya. Mulai Jerman, Rusia, Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Belgia, Luksemburg, dan Prancis. Lalu dilanjutkan Spanyol, Italia, Austria, dan Ceko. Wow!!!

Pergi sejauh mungkin dengan duit seminim mungkin. Mmm…katanya dalam buku, Efisiensi terbesar didapat tidak dengan “mengencangkan pinggang sendiri”, tapi dengan reach out kepada orang lain. 

Buku ini diwarnai dengan banyak tips n trik traveling, kisah2 perjalanan yang sangat menginspirasi, ide dan pemikiran, tentang kebebasan, unity in diversity. utamanya banyak foto2 yang menarik (meski fotonya grayscale,bukan warna).

Setelah baca buku ini, kita melihat banyak sekali hal2 yang tidak/belum kita ketahui diluar sana. Dan ternyata sisi positif dari traveling, kita akan menemukan banyak sekali orang baik diluar sana.  “Kepercayaan bakal mengeluarkan yang terbaik dari diri manusia”.

Akhirnya,  dapat disimpulkan, traveling is about finding ourselves. Melihat kemana kita akan menuju dan mencoba menerima perbedaan dan hasil apapun yang kita hadapi nantinya. Buku yang sangat menginspirasi.

Jadi pingin traveling nih. Kemana ya? mungkin suatu saat saya bisa pergi juga ke eropa, ke selandia baru, dan ke arab, naik haji. He3x.

Advertisements

Actions

Information

3 responses

10 02 2009
masita syuhadawati

asm.saya belum membaca buku tersebut, tapi kalau membaca ulasan blog ini saya jadi tertarik.keliling dunia ,bertemu banyak orang dengan berbagai budaya yang berbeda.bagaimana kita jadi lebih cerdas dalam kehidupan sosial,menjadi lebih cerdas menghadapi banyak orang dan memahami perilaku-perilaku manusia serta pandangan2 hidup yang beraneka ragam.tapi yang pasti ketika keliling dunia kita akan menemukan suasana alam yang berbeda dan arsitektur bangunan yang bermacam-macam.

11 02 2009
Rahasia Bisnis

Traveling is about finding ourselves. Kesimpulan yang menarik ya. Btw, kapan tuh mas Rizal mo keliling Eropa? Masukin Resolusi 2009 aja 🙂 .

Ada juga cara hemat jalan-jalan ke luar negeri disini

14 02 2009
rizalrepublic

@masita : yup, sip3x. Apalagi klu bs keliling eropa sama orang-orang yang kita sayangi. Tp,mmmm…ada baiknya klu keliling sendirian. Finding ourselvesnya lebih terasa. Terasa bagaimana menemukan diri sendiri yang harus berjuang untuk hidup sehingga mengeluarkan kekuatan lain yang ada dalam diri kita. Bukan kekuatan untuk melakukan hal yang negatif, tapi kekuatan untuk “reaching out people”, terbuka terhadap orang sekeliling karena masih banyak orang baik disekeliling kita 🙂

@Rahasia Bisnis : Waduh…. klu masuk di resolusi 2009 masih belum bisa mas/pak. Nekat itu namanya. Penulis buku tersebut memang pada waktu SMP pernah mengikuti program student exchange di inggris. Sedang aku, paling jauh hanya ke jakarta ato Bali. Ke jakarta, pergi jumat sore pulang senin isuk naek kereta api. Dan ke bali-surabaya PP naek sepeda. Itu tok…he3x.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: