Tentang Mark Shuttleworth

6 04 2008

Bagaimana jika anda seorang multimilyuner dan sampai mampu membeli tiket ke ruang angkasa. Bayangkan apa yang anda lakukan setelahnya?

Bagi Mark Shuttleworth, seorang visioner teknologi sekaligus astronot, sekaligus enterpreneur. yang ingin dilakukannya adalah menantang dominasi microsoft pada komputer desktop dan memberikan solusi opensource yang tangguh, simpel, dan tentu saja freely available to anyone. Diambillah nama “Ubuntu” dari bahasa kuno afrika yang berarti “Rasa kemanusiaan untuk sesama” atau bisa juga berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”.

Mark Shuttleworth, nama ini tidak asing di komunitas Ubuntu karena mark adalah ikon dari ubuntu itu sendiri. Sama halnya ketika kita mengidentikkan Linus Torvalds dengan Linux, Bill gates dengan windows, dan Steve Jobs dengan Apple. Sebelumnya, diriku hanya tau kalau mas Mark Shuttleworth ini adalah “wong edan” yang suka membagi2kan CD ubuntu secara gratis keseluruh dunia(shipit.ubuntu.org). Tetapi setelah tanya2 mbah google. Ketemulah sisi “Very2 COOLnya” dari mas Mark Shuttleworth ini.

Mark di nternational Space Station

Mas Mark Shuttleworth adalah manusia unik. Dia adalah kombinasi dari entrepreneur sejati, turis luar angkasa kedua, orang afrika pertama yang “jalan2” ke luarangkasa, developer debian(dulu), programmer, dan tentu saja leader dari Ubuntu. that’s very cool and really cool.

Mark punya 2 kewarganegaraan, warga afrika selatan dan inggris. pada 1990, Mark Shuttleworth berpartisipasi sebagai developer debian, salah satu distribusi utama linux. Dan pada 2004 dia mendirikan Ubuntu melalui perusahaannya Canonical. Mark melalui canonical berhasil mempromosikan dan mempopulerkan Ubuntu. Pada saat tulisan ini dibuat, Ubuntu menduduki rangking satu di Distrowatch(www.distrowatch.com). Ckckckckc…

Bagaimana ceritanya di jadi “turis luar angkasa” kedua didunia dan pertama di afrika? Pada 25 april 2002, dia menjadi spaceflight participant pada misi Soyuz TM-34 dengan membayar “ongkos” kira2 USD 2 million . Perjalanan 2 hari hingga sampai di stasiun luar angkasa internasional dan berpartisipasi dalam riset aids dan genom selama 8 hari. Sewaktu diluar angkasa, shuttleworth sempat berbincang dengan Nelson mandela dan gadis afrika 14 tahun yang memintanya melamarnya..wuih…

Mr. Mark Shuttleworth punya jet pribadi bombardier global express yang sering disebut sebagai “Canonical One”.

Filosofi ubuntu adalah perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Filosofi ini sangat perlu disuarakan keras2 ke seluruh warga Indonesia yang disatu sisi terkadang masih sangat sulit berpindah dari “kenikmatan sesaat” software bajakan.

Maju terus mas Mark Shuttleworth….Vivat indonesia go open source!!!

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: