Bikin Komunitas Linux Arek Bangil

31 03 2008

Penulis punya cita2 untuk membuat Komunitas Linux Arek Bangil atau se pasuruan sekalian. Berangkat dari pengalaman penulis semasa masih aktif2nya ikut Komunitas Linux Arek Suroboyo(KLAS) di THR(sampai sekarang seh…cuman diriku pindah kantor ke SarangLinux…he3x). Penulis mendapatkan banyak sekali pengalaman dan ilmu. Hal itu sangat ingin penulis sharing untuk temen2 di pasuruan dan di bangil pada khususnya karena penulis adalah alumni SMAN 1 Bangil.

Penulis masih membutuhkan banyak “pasukan” yang bisa diajak untuk mengembangkan OpenSource di Bangil. Satu hal yang kuat dibenak penulis bahwa jika rekan2 di bangil tidak belajar Linux, rekan2 bangil akan ketinggalan. Mengingat banyak sekali sekolah di Surabaya yang diajari menggunakan Linux. Salah satunya seperti di SD St.Agnes yang bahkan sudah diajari pemprograman di Linux menggunakan Lazarus. Salut untuk guru2 yang sudah mempunyai pandangan kedepan tentang Linux dan OpenSource.

Sekarang sudah running 2 minggu. Penulis cuman bisa hadir 1 minggu sekali pada hari minggu. Senin-jumat penulis bekerja dan sabtunya nyambangi temen KLAS di THR.

Kmarin sudah beberapa orang yang menyatakan siap mendukung komunitas. Satu2nya cewek adalah mbak Lia, Staf di sana.

Salut n keep fighting….

Advertisements




Ayat2 Cinta

31 03 2008

Akhirnya diriku ikut terprovokasi nulis tentang Novel ini. Sudah banyak blogger2 yang menuliskan ringkasan dan pendapat untuk topik yang satu ini.

Penulis disini cuman ingin cerita. Bahwa novel karya Habiburrahman el-shirazy ini memang pantas disebut novel pembangun jiwa. Penulis punya dua novel. Ayat2 cinta dan ketika cinta bertasbih v2 dan Penulis sering meminjamkan novel ke pada teman2 penulis.

Penulis meminjamkan pada salah satu teman karib. Setelah dia tamat membaca dia mengembalikan novel tersebut ke penulis dan bilang “Zal, u dapat pahala”. “Kenapa?”tanyaku. “Gara2 baca novel ini, koleksi BFku di harddisk komputerku ta hapus semua….”.

Alhamdulillah..Allah yubarrik fiik ya akhiy…





SMEL, wadah berkreasi aktivis Linux cewek

31 03 2008

Smel (http://smel.klas.or.id) adalah wadah untuk pecinta Linux cewek di Surabaya. Pada websitenya disebutkan bahwa

S.M.E.L – Surabaya feMalE Linuxer adalah tempat berkumpulnya cewek-cewek pengguna Linux dan cewek-cewek yang ingin belajar menggunakan Linux. Jadi bagi anda yang “cewek” tapi belum mengenal Linux, pintu s.m.e.l. terbuka lebar untuk anda bila ingin berkenalan lebih jauh dengan Linux.

 

Slogan S.M.E.L saat ini (tidak menutup kemungkinan ada perubahan sewaktu-waktu) adalah “Having Fun with Linux”. Jadi, mereka mencoba menghilangkan paradigma kalau Linux itu sulit, seram, aneh,Cewek juga bisa menggunakan dan enjoy dengan Linux.

Seberapa penting…???

Sangat penting, karena saat ini semakin banyak perusahaan yang menggunakan Linux, di sekolah-sekolah juga mulai menggunakan Linux untuk kurikulum Teknologi Informasi, jadi sebaiknya para cewek juga membekali diri dengan pengetahuan tentang Sistem Operasi yang satu ini.

 

Komunitas Linux kan banyak, kenapa kok bikin yang berlabel “female”?

Apakah pemisahan gender ini perlu?

Komunitas Linux memang banyak, tetapi mayoritas anggotanya adalah cowok, yang cewek sih bisa dihitung dengan jari. Kenapa bisa begitu ya? Mungkin kalau bergabung ke sana, serasa masuk ke sarang penyamum.. 🙂 Dengan adanya s.m.e.l. diharapkan cewek-cewek pengguna Linux lebih berani untuk mengekspresikan diri. Jadi ini bukan semacam aksi feminisme, bersaing dengan komunitas linux cowok, tetapi kami butuh wadah yang membuat para cewek lebih nyaman untuk bergabung.

Bagi anda yang ingin gabung bisa langsung klik ke website mereka atau bisa juga langsung kain ke Basecamp mereka di :

sekretariat KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo) di Ruang Workshop HiTechMall Lt. 1 Blok B, Jl. Kusuma Bangsa 116-118 Surabaya.





Oleh2 dari cangkrukan bareng komunitas Linux di kampoengcyber

31 03 2008

Sabtu malam di KampoengCyber.

Inilah pertama kalinya, diriku mengunjungi KampoengCyber(KC) yang beralamat di Rungkut Asri Utara. Ternyata KampoengCyber asik juga buat cangkrukan, salut buat mas Budi yang punya konsep KampoengCyber.

Banyak juga komunitas Linux yang ikut serta dalam acara tersebut. Diantaranya KLAS(Kelompok Linux Arek Suroboyo), SMEL(Surabaya Female Linuxer), SarangLinux(www.saranglinux.com), OSC(OpenSourceComminity-PENS ITS), KOLU(UPN), QIBLAT(ITATS), komunitas Linux Madura, dan masih banyak lagi.

Pak Rusmanto InfoLinux didaulat jadi pembicara(trims pak Rus sudah mau “diculik” teman2 dari pagi…he3x) dan di moderatori mas Dick dari KLAS. Di acara yang berjalan gayeng tersebut kita sharing mengenai perkembangan Linux dan OpenSource di Surabaya. Ada juga deklarasi beberapa komunitas linux seperti komunitas dr bangkalan dan dari SMEL. SMEL adalah wadah untuk pencinta Linux untuk kaum hawa Surabaya. Sebuah apresiasi untuk mereka patut kita berikan.

Hal yang dibahas antara lain bagaimana menyebar luaskan gaung Linux dan OpenSource di Surabaya, kemudian regenerasi aktivis Linux, Penetrasi Linux di dunia pendidikan, bagaimana memanfaatkan Linux sebagai wadah berkreatifitas dan produktif dengan Linux.

Disitu, akhirnya tau bahwa dalam sejarahnya, kode sumber pemprograman pada awalnya bersifat terbuka(Open) sehingga memungkinkan banyak orang dapat memahami alur program komputer, belajar, dan mengembangkannya program tersebut. Kemudian pada satu titik sejarah, Mi**osoft melakukan proteksi pada kode pemprograman sistem operasinya. Hal inilah yang membuat orang seperti RMS(Richard Michael Stallman) ato lebih dikenal dengan Richard Stallman membuat organisasi seperti GNU yang mengakomodasi kebebasan dalam melihat kode sumber pemprograman, memakai, mendistribusikan, serta mengoprek kode tersebut sehingga menjadi lebih baik. Saya juga akhirnya tau bahwa Macintosh itu adalah turunan FreeBSD. Pantesan command di Shell Mac sama/hampir sama dengan command Unix pada umumnya, ternyata masih saudara juga dengan Linux. Saya kemudian jadi berpikir…Jangan2 Wind**s itu turunan dari Linux…wah..!!!

Tentang Linux di dunia pendidikan, saya melihat bahwa ada peluang besar Linux untuk bisa exist. Sayang, ada beberapa pendapat yang cenderung pesimis jika Linux bisa diimplementasikan dalam dunia pendidikan padahal mereka sendiri adalah aktivis Linux. Alasan mereka, kurikulum masih memakai Windows dan mereka takut siswa mereka tidak diterima kerja karena tidak bisa Windows. Menurut  penulis sih, pendapat tersebut sangat keliru. Kenapa? pertama, Linux terbukti mampu mencerdaskan bangsa. Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri mengingat  banyaknya distro Linux yang dibuat putra bangsa.  Hal ini mengindikasikan bahwa transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan sangat baik dalam metode pengembangan OpenSource. Salut pada beberapa elemen aktivis seperti dari TOSS yang konsen menyebarluaskan Linux untuk pendidikan pada beberapa sekolah di Surabaya. 2 Thumbs Up buat mereka. Pak Rusmanto sendiri juga pernah mengusulkan pada menteri terkait tentang penggunaan Linux pada pendidikan. Kedua, sekolah yang memakai software bajakan secara tidak langsung juga mendukung penggunaan software bajakan dan menanamkannya kepada murid2 mereka tentang dihalalkannya membajak. Padahal yang diajarkan seperti mengetik dengan Ms Word, Excel dan Powerpoint juga dapat dijumpai pada OpenOffice. Ketiga, tentang efisiensi. berapa uang yang bisa dihemat dan dapat dipergunakan untuk beasiswa bagi murid jika sekolah tersebut memakai
OpenSource. Resiko kehilangan data sekolah akibat virus juga menjadi berkurang.

Banyak sekali yang penulis dapat pada acara tersebut. Semoga acara silaturahmi dan cangkrukan komunitas Linux seperti ini jadi lebih sering kita adakan.

Salam Linuxer 🙂





Berapa harga blog anda?

14 03 2008


My blog is worth $1,693.62.
How much is your blog worth?





Google, from logo to innovations

3 03 2008

bell08.gif

Wis mau tidur neh..tapi temenq ngajak ke warnet

Diriku membrowsing google dan kutemukan logo yang aneh. Dari gambarnya, pikiranku langsung mengasosiasikan ke…Alexander graham bell. Akhirnya kucoba search “google logo” dan akhirnya sampai di koleksi logo2 google di http://www.google.com/holidaylogos.html

Unik juga cara google mendekatkan diri ke “pemegang sahamnya”(baca:penggunanya). Pada buku “Google Story” yang di tulis oleh David A.Vise, seorang pemenang pulitzer prize, (piagam penghargaan bidang jurnalistik), dia menulis bahwa google boleh dipakai tanpa bayar. Miliaran dolar uang dan keuntungan yang mengalir dari perusahaan merupakan produk sampingan dari upaya-upaya serius perusahaan saat melakukan inovasi. Salah satu alasan kenapa perusahaan tidak memerlukan bagian pemasaranadalah karena budayanya mendukung perhatian yang penuh pada pelayanan kebutuhan para pengguna google. Pada gilirannya, para pengguna yang puas ini segera menjadi pendukung yang terbaik.

Hal lain yang membuat google beda adalah inovasi. Semua berpusat di markas google di Googleplex…bersambung